BERITA TERKINISERANG

Wagub Banten Berikan Bantuan Jomsosratu Sebesara 2,2 Juta Kepada Warga Miskin

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Sosial memberikan bantuan Jamsosratu (Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu) sebesar Rp2,250 juta per keluarga pada tahun 2017 kepada warga miskin di Banten. Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengajari perwakilan warga penerima bantuan mengambil uang tersebut di mesin ATM (anjungan tunai mandiri) Bank Banten sebagai bank penyalur bantuan di Kantor Dinas Sosial Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Kamis (30/11).

“Penyaluran melalui ATM ini dilakukan karena memang regulasi pemerintah pusat mengatur agar pemberian bantuan dari pemerintah harus dilakukan melalui perbankan. Banten kan punya Bank Banten,” kata Andika saat memberikan sambutannya dan menjelaskan mekanisme penyaluran bantuan yang dilakukan melalui Bank Banten tersebut.

Andika menjelaskan, bahwa uang bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemprov Banten kepada warga miskin di Banten. Andika berharap bantuan tersebut dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pokok, atau bukan untuk keperluan komsumtif.

Usai sambutan, Andika kemudian menghampiri ratusan warga yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu yang bergerombol di bawah tenda-tenda besar, untuk menyalami mereka. Setelah sekitar setengah jam bersalam-salaman, Andika kemudian menuju mobil ATM Bank Banten, untuk mengajari sejumlah warga bagaimana caranya mengoperasikan mesin ATM saat mengambil uang bantuan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana mengatakan, penyaluran Jamsosratu pada kesempatan tersebut diberikan kepada 700 warga miskin di Kota Serang sebagai tahapan berikutnya dari penyaluran yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Adapun total keseluruhan RTS yang berhak menerima bantuan sosial di wilayah Banten untuk tahun ini berjumlah 48.150,” ujar Nurhana.

Kriteria penerima bantuan berasal dari keluarga miskin hasil sensus BPS tahun 2015 yang disampaikan oleh TNP2K. Selain keluarga kurang mampu, kriteria lainnya dari penerima program ini adaalah keluarga yang memiliki anak sekolah SD sampai SMA, ibu nifas atau ibu hamil dan yang punya balita.

Terkait penyaluran yang menggunakan ATM atau tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang langsung melalui perangkat desa/kelurahan, Nurhana mengatakan, selain untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pemotongan-pemotongan oleh oknum di tingkat kecamatan, desa/kelurahan sampai ke tingkat RT, juga sebagai upaya untuk menggalakkan masyarakat pada layanan jasa perbankan serta mendidik untuk menabung. “Seperti kata Pak Wagub tadi, kita kan sekarang sudah punya Bank Banten. Jadi ya sekaligus juga untuk mensosialisasikan Bank Banten sebagai bank milik Pemprov Banten,” imbuhnya. (*)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close