BERITA TERKINISERANG

Kreasi Pemuda PETA Banten Produksi VCO yang Sudah Merambah Ke Luar Banten

SERANG- Kreasi usaha sekelompok pemuda yang tergabung dalam wadah Organisasi Masyarakat Pembela Tanah Air (PETA) Divisi 2 Banten ini mampu memproduksi produk kesehatan berbahan baku kelapa berupa Virgin Choconnut Oil (VCO) yang pemasarannya sudah merambah keluar Banten.

Disebuah tempat yang sederhana di Kampung Sumuranja, Desa Sumuranja, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang sekelompok pemuda ini berkrasi usaha kecil yang termotivasi dari organisasi PETA yang diikutinya. Produk VCO hasil karyanya ini hanya menggunakan peralatan yang sederhana dan tidak rumit.

“Motivasi usaha ini dari organisasi PETA yang kita ikuti. Hasil produk kita ini dibikin oleh tangan kita sendiri. Bukan produk yang di beli dari pasar dengan kekuatan modal/uang terus di tempelkan label kita. Bahan-bahan yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Bahan baku Kelapa, air mineral, ember plastik, dan kemasan. Prosesnya pembuatanya pembentukan bakteri secara alamiah dari kelapa. Metode tersebut disebutnya sebagai fermentasi, ketika bakteri dengan sendirinya bertumbuh di bahan baku santan,” ujar Hasroni, Ketua PETA Divisi 2 Banten, Minggu (4/12/2017).

Selain itu, Hasroni juga menambahkan kalau usahanya tersebut dipelajarinya secara otodidak dengan panduan buku pembuatan VCO untuk produksi usahanya tersebut yang nyaris tidak menghasilkan limbah.

“Otodidak saja cuma kita tetap mempelajari buku tentang produksi VCO.
Seluruh bagian dari buah kelapa bisa dimanfaatkan tanpa terbuang sia-sia, termasuk memanfaatkan blondo kelapa sebagai salah satu sumber gizi yang kaya manfaat,” jelasnya.

Bersama para pemuda lainnya, ia mengaku keteteran untuk memenuhi banyaknya permintaan dari luar Serang.

“Untuk pemasaran sih tidak ada kendala, justru kita sudah keteteran untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar dari Jakarta dan Bandung. Sedangkan teman-teman baru bisa memproduksi sebanyak 10 liter /3 hari saja. Ya kita sudah berencana, dalam waktu dekat ini untuk mendaftarkan VCO secara resmi ke BPOM dan Dinkes,”

Harapan selanjutnya dalam waktu dekat ini Roni dan rekan-rekannya berencana akan mendaftarkan VCO nya secara resmi di BPOM dan Dinkes,” terangnya.

Semakin banyaknya industri dan reklamasi di wilayahnya yang perlahan namun pasti mengurangi keberadaan pohon kelapa, sehingga membuat kreasi usaha kecil para pemuda ini sedikit terkendala.

“Kendala utamanya adalah mencari kelapa dengan kualitas baik/tua. Padahal daerah Puloampel dan Bojonegara dahulunya dikenal sebagai wilayah luas pesisir pegunungan yang banyak pohon kelapa. Tapi faktanya sekarang sudah makin berkurang.” Pungkasnya. (S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close