BERITA TERKINICILEGON

Peringati Maulid Nabi SAW, Masyarakat Kavling Blok F Timur Undang KH. Moh. Ustman Ansori SQ.MA

CILEGON – Masyarakat Kavling Blok F Memperingati Maulid Nabi SAW Dengan Mengundang Pencerahah dari Jakarta Yakni KH. Moh. Ustman Ansori SQ.MA di Masjid Al-Hijrah, Kavling Blok F Timur, Kelurahan Ciwaduk Kec. Cilegon, Selasa 12/12/2017 Pukul 21:00 Wib.

Dalam Ceramahnya KH Moh. Ustman Ansori (Koko Liem) peringatan Maulid Nabi harus menjadi bahan merefleksi untuk kembali menghadirkan “Nur” Muhammad yang mencerdaskan dan menguatkan umat

Dia menilai peringatan Maulid Nabi Muhammad sejatinya bisa mengukuhkan kesadaran umat untuk meneruskan perjuangan Nabi.

Caranya, lanjut dia, menyebarkan dakwah Islam yang mengajarkan keimanan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Nabi Muhammad, kata dia, sosok figur globalisasi pertama dalam sejarah umat manusia. “Nabi Muhammad itu adalah betul-betul rahmatan lil alamin. Dia merupakan tokoh pemersatu di dunia ini,” katanya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad juga diharapkan kembali menyadarkan seluruh umat Islam bahwa Nabi Muhammad figur yang harus diteladani.

Selama hidupnya, kata dia, Nabi Muhammad itu tidak pernah mengedepankan kekerasan dalam menghadapi segala macam permasalahan.

“Bisa dikatakan dalam menghadapi segala macam permasalahan, Nabi Muhammad lebih menekankan kepada aspek perdamaian, persaudaraan, toleransi, persamaan dan keadilan. Itu yang dilakukan Nabi pada saat itu,” katanya.

Khusus di Indonesia, dia menghimbau seluruh lapisan masyarakat dapat mengimplemetasikan arti penting dari peringatan Maulid Nabi.

Masyarakat, kata dia, juga harus mengimplementasikan akhlakul kharimah atau akhlak baik dan sikap terpuji dari Nabi Muhammad.

“Masyarakat Indonesia harus bisa mencontoh akhlakul kharimah Nabi Muhammad sebagai pribadi, Nabi sebagai anggota keluarga rumah tangganya sendiri, Nabi sebagai kepala negara, Nabi sebagai ilmuwan, Nabi sebagai seniman dan bahkan Nabi juga pernah sebagai pedagang. Jadi Nabi Muhammad itu bisa dikatakan sebagai multitalenta,” tuturnya.

Dia menjelaskan, ketika menunjukkan multitalentanya, Nabi tidak pernah menyinggung perasaan orang lain.
Dia mengingatkan masyarakat untuk mencontoh apa yang telah diperbuat Nabi Muhammad untuk menjaga perdamaian terhadap sesama umat dan juga perdamaian dunia. “Terangnya. (Red)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close