BERITA TERKININASIONALPENDIDIKAN

LPA Cilegon dan FAKOCIL Hadiri KONGRES Anak Indonesia Ke 14

BEKASI -Peserta Kongres Anak Indonesia (KAI) XIV dari berbagai, Propinsi, Kabupaten dan Kota di Indonesia sejak pagi Minggu (17/12/2017) hingga malam ini telah tiba di The Green Hotel Bekasi.

Kongres Anak Indonesia ke XIV tahun 2017 atas dukungan Pemerintah Kota Bekasi akan berlangsung besok Senin 18 – 21 Desember 2017 bertempat Graha Hardhika Bekasi mengusung tema AKU CINTA INDONESIA, PERDAMAIAN, PLURALISME DAN TOLERANSI dengan Sub-Tema Pancasila Rumah Kita.

Menurut rencana, Kongres Anak Indonesia yang ke  XIV akan dibuka Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau yang mewakili Menteri bersama Ketua MPR’RI dan Walikota Bekasi dan dilanjutkan dengan dialog interaktif tentang Kebangsaan dan Ke-bhineka tunggal eka-an  yang akan membahas cara Cerdas Tangkal penanaman paham Radikalisme, Kebencian, dan intoleransi terhadap Anak Indonesia.

Kongres Anak Indonesia (KAI) yang digagas sejak tahun 2000 merupakan perwujudan pelaksanaan  Hak Anak untuk berpartisipasi dan didengar Pendapatnya.

KAI ini dilaksanakan atas dasar  dan mandat ketentuan aftikel 13 Konvensi PBB tentang Hak Anak, serta ketentuan pasal 24 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 yang diubah menjadi UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak yang menyebutkan bahwa negara, pemerintah, dan pemerintah daerah menjamin anak untuk mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak.

Sejak dicanangkannya Kongres Anak Indonesia dari tahun 2000 di Jakarta pelaksanaan KAI ini bertujuan  untuk memberikan kesempatan dan akses  kepada anak untuk belajar tentang demokrasi, belajar menghargai pendapat, menghormati perbedaan, pluralisme, toleransi  serta hak asasi manusia yang diharapkan pada masa mendatang kelak dapat dijadikan pemerintah sebagai mekanisme nasional untuk mewujudkan hak partisipasi anak Indonesia, sehingga permasalahan-permasalahan anak yang muncul ditengah-tengah kehidupan dan lingkungan masyarakat dapat teratasi dengan melibatkan peran serta aktif anak, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam keterangan persnya melalui saluran WA di Bekasi, Minggu (17/12/2017).

Arist menambahkan, Kongres Anak Indonesia yang dilaksanakan selama 3 hari penuh, diikuti lebih kurang 150 anak dari berbagai kota dan Kabupaten dan Kota di Indonesia serta didampingi 30 orang pendamping masing-masing dari Lembaga Perlindungan Anak dan atas dukungan penuh dari pemerintah Kota Bekasi ini, para peserta anak yang berusia dibawah 15 tahun akan dibagi kedalam 4 komisi membahas 4 topik besar yakni Komisi Perdamaian dan Keadilan, Komisi Kebangsaan dan Kebinekaan Indoesia, Komisi Pluralisne dan Toleransi Anak Indonesia serta Komisi Partisipasi anak.

Cilegon mengirimkan 3 delegasi yang terdiri dari 1 pengurus LPA Cilegon dan 2 orang anggota FAKOCIL (FORUM ANAK KOTA CILEGON) yang keberangkatannya di fasilitasi oleh Kepala DP3AKB Kota Cilegon bersama LPA Kota Cilegon.

Pelaksanaan seluruh proses Kongres Anak Indonesia  diselenggarakan oleh anak sebagai peserta KAI secara mandiri  dari anak untuk anak tanpa keterlibatan orang dewasa sebagai pendamping selama proses KAI berlangsung.

Untuk mendapatkan suara dan sikap anak Indonesia yang sungguh-sungguh datang dari pendapat anak, panitia serta pendamping anak hanya bertindak sebagai fasilitator anak saja, dan tidak dibenarkan untuk terlibat dalam proses KAI, demikian disampaikan Ketua Panitia lokal KAI.

Herry Chariansyah selaku panitia nasional menyampaikan  bahwa dari proses KAI secara mandiri yang dilakukan anak diharapkan akan menghasilkan Sikap dan Rekomendasi Anak  tentang Kebangsaan dan Kebinekaan Anak Indonesia serta  penetapan 10 Duta Anak Indonesia untuk Perdamaian, Keadilan, Pluralisme dan Toleransi. Pemilihan dan penetapan sikap dan duta anak akan dilakukan secara demokratis dari anak untuk anak Indonesia. (S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close