BERITA TERKINISERANG

Siapakah Yang Sebenarnya Keturunan Sultan Banten

SERANG – Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja sebagai Sultan Banten yang menjadi pewaris Sultan Maulana Muhammad Shafiudin (Sultan Banten terakhir atau Sultan ke- 18) namun mirisnya tak pernah surut lantaran hingga saat ini masih menuai pro dan kontra.

Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja dikukuhkan sebagai Sultan Banten berdasarkan penetapan Pengadilan Agama Serang Nomor 036/ pdt.P/ 2016/ PA. Srg tertanggal 11 September 2016.

Ditetapkan bahwa Wisanggeni merupakan keturunan Ratu Bagus Abdul Mugeni Soerjaatmadja bin Ratu Bagus Maryono Soerjaatmadja bin Pangeran Timur bin Maulana Muhammad Shafiudin (Sultan Banten terakhir yang berdaulat).

Wisanggeni dinyatakan sebagai pemilik pertalian darah terkuat yang memiliki hak waris sebagai penerus Kesultanan Banten.

Namun pengukuhan tersebut menurut kuasa tim kuasa hukum Ridwan Kunandar SH saat  jumpa pers di salah satu tempat di kota serang pada Sabtu 16/12 ironis, pasalnya menurut dia “bahwa putusan pengadilan agama serang no. 786/pdt.G/2017/PA.SRG dalam  perkara atas gugatan perlawanan yang di ajukan Dewan Pimpinan Agung Komunikasi dan Dzuriyat Kesultanan Banten (DPA-FKIDB)  terkait penetapan ahliwaris nomor. 0316/PDT.P/PA.SRG tertanggal 22 September 2016.

kami anggap putusan ini tidak adil  (nomor. 786/pdt.G/2017/PA.SRG )  karena “Pengadilan Agama Serang menyatakan mencabut gelar Sultan Banten, ” Gelar Sultan Banten ke-18 di gugurkan.

Kami sebagai tim pengacara atau kuasa hukumnya merasa keberatan atas putusan PA serang ini, oleh karena itu kami akan melakukan banding. keadilan perlu di tegakan dan harus berkiblat pada fakta dan kebenaran. Tandas Ridwan.

Lebih jauh Ridwan katakan bahwa berkembangnya  isu isu hingga mencuat ke publik atas dasar putusan pengadilan Agama serang nomor 786/pdt.G/2017/PA.SRG, hal itu  perlu di luruskan bahwa  Dewan pimpinan agung komunikasi dan informasi dzuriyat kesultanan banten (DPA.FKIDB) mengajukan gugatan di pengadilan agama serang dengan petitum meminta membatalkan penetapan ahliwaris no. 0316/PDT.P/PA.SRG tanggal 22 September 2016, namun permintaannya secara nyata di tolak oleh majelis hakim karena permintaannya tidak dapat membuktikannya.

Karena mutatis mutandis nasab Ratu bagus Hendra Bambang Wisageni  masih garis keturunan langsung dari sultan terakhir yaitu Sultan Syafiudin atas pertalian darah atau garis lurus keturunan yang syah atau  berdasarkan bukti bukti yang ada.

Oleh karena itu dengan dasar garis keturunan dan pertalian darah yang syah ko masa ia pengadilan agama serang bisa membatalkan  penetapan ahliwaris oleh penggugat yang tidak memiliki hubungan pertalian darah secara garis lurus. Ujar  Tim pengacara kepada awak media.

Lain pihak,  Ratu Bagus Hendra Wisageni mengatakan “kami telah berupaya mengajak untuk duduk bersama menjaga kondusifitas kesultanan Banten  kepada seluruh saudara saudara kami di kesultanan banten ini, karena  menurut kami segala sesuatu bisa di pecahkan dan banyak solusi yang selanjutnya dapat di musyawarahkan dan itupun merupakan wujud uhuwah islamiah.

Kami hadir di kesultanan banten sebagai keturunan langsung dari trah kerjaan ini bukan untuk merebut sesuatu dari harta kekayaan  kesultanan, akan tetapi ingin menciptakan kesultanan banten lebih berwibawa, religius dan berakhlak mulia sehingga, dengan kepemimpinan yang jelas, juga di akui.

bila perlu kita kembalikan ke pemerintah,  agar kesultanan banten dapat kita kelola bersama, sehingga tidak lagi nampak jenis keropak keropak yang tidak jelas itu. Pungkasnya. (S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close