BERITA TERKINIPEMERINTAHANSERANG

Pemkot Serang  Siapkan Aplikasi Absensi Online Demi Disiplin Pegawai

SERANG–PETABANTEN.COM – Kepala bidang Pengembangan Sumber Daya Aparatur Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang, Raden Noer Iman Wibisana mengenalkan aplikasi  absensi online bernama Sistem Informasi Absensi Pegawai dan Kinerja Harian (SIAPKEH).

Kehadiran aplikasi ini bertujuan untuk bisa meningkatkan disiplin kinerja para pegawai dan untuk bisa ikut memudahkan pimpinan dalam mengawasi bawahannya. Aplikasi ini merupakan hasil karya Kasubid Kesejahteraan dan Pembinaan Pegawai‎, Ibu Murni. Ini hasil dia (Murni) mengikuti diklatpim IV, kata Iman yang juga ikut didampingi Murni di ruang kerjanya kepada sejumlah awak media, Selasa (19/12/2017).

Kita harapkan melalui aplikasi ini, katanya, para pimpinan organisasi perangkat daerah akan bisa mengetahui bawahannya ada dimana dan sedang apa. Dengan aplikasi ini para pegawai tidak akan bisa membohongi atasannya dan tidak bisa berbuat curang saat mereka sedang bekerja. Jika para pegawai keluar di jam kerja, atau telat absen, maka secara otomatis akan sangat berpengaruh pada TPP (tunjangan perbaikan pegawai) yang dipotong. Jadi nantinya absensi pegawai juga bisa melalui aplikasi ini. Dan itu harus dilakukan di kantor masing-masing, tidak bisa mengisi absennya di rumah. Tetapi ada batas minimal atau jarak, terangnya.

Di lain itu, aplikasi ini juga bisa digunakan jika ingin mengajukan izin, sedang melakukan tugas kantor ke luar daerah, dan izin karena sakit. ‎Pimpinan juga nantinya akan lebih atau pun lebih leluasa untuk bisa mengawasi para pegawainya meskipun sedang di luar daerah. Dan ini juga untuk memudahkan dalam melaksanakan program kerja.

Seumpama ada Anggota saya mau minta untuk direkomendasi atau persetujuan program kerja yang diajukan, itu bisa disampaikan melalui aplikasi ini. Jadi lewat aplikasi ini bisa menjadi lebih praktis.  Sekarang kan sudah eranya digital, dan kita harus dapat memanfaatkannya. Selain itu hampir semua pegawai kan sudah memiliki smartphone, pungkasnya.

Dikatakannya, aplikasi ini merupakan hasil dari studi di beberapa daerah, seperti Banyuwangi dan Surabaya. ‎

Di Provinsi Banten sendiri, yang sudah menggunakan aplikasi seperti ini baru hanya Kota Tangerang dan Tangsel saja, hanya jenis aplikasinya yang berbeda. Usulan penggunaan aplikasi ini juga sudah pernah saya sampaikan, dan hingga sekarang baru tahap penggodokan oleh Bappeda, DPKAD dan Inspektorat, apakah bisa disetujui atau tidak. Di kita sendiri (BKPSDM) sudah dilakukan dalam rangka uji coba,” ujarnya.

Wibisana juga ikut mengatakan, jika aplikasi ini bisa disetujui oleh Pemkot Serang, maka dalam penggunaannya akan ikut bekerjasama dengan pihak Diskominfo, karena yang memiliki server besar untuk aplikasi ini hanya Diskominfo. Selain itu, untuk awal juga akan digunakan bagi para pegawai struktural. “Jadi mahinya akan bertahap, mulai dari struktural dulu, tuturnya.

Sementara itu, ditambahkan Murni, dirinya juga akan menciptakan aplikasi ini terinspirasi dari aplikasi ojek online. Aplikasi ini juga untuk bisa memotivasi para pegawai dalam bekerja, dan juga bida ikut meningkatkan kinerjanya mereka masing-masing. Jadi nanti para pegawai tidak bisa berbohong. Kemudian tidak bisa pulang kalau bukan waktunya. Karena pas jam pulang juga harus mengisi absensi, jika belum waktunya, maka aplikasi ini akan menolaknya, imbuhnya.

 

Murni menyatakan bahwa jika aplikasi ini nantinya akan disetujui, maka langkah awal pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada semua OPD agar semua para pegawai bisa paham, dan mau tidak mau semua pegawai juga harus memiliki smartphone.

Nanti semua pegawai melakukan pendaftaran dan memasukan nomor handphone. Kami sudah melakukan uji coba sejak dari bulan November lalu. ‎Dan nanti juga kedepannya kita akan melakukan pembaharuan, untuk menyempurnakan aplikasi ini, tegasnya. (Gunawan)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close