BERITA TERKINICILEGONHUKRIM

Warga Cikuasa Sujud Syukur Usai Menang Putusan Di PN

CILEGON – Setelah menang dalam putusan Pengadilan Negri (PN) Serang, Warga lingkungan Cikuasa Pantai dan Keramat Raya, Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol, langsung menuju di Masjid Agung Kota Cilegon. Rabu (20/12/2017) siang.

Begitu sampai di Kota Cilegon, warga langsung melakukan doa bersama dan sujud syukur di Masjid Agung. Hal ini dilakukan setelah mendapatkan keputusan yang memenangkan warga atas sidang gugatan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang telah melakukan penggusuran terhadap 470 pemukiman warga di dua lokasi tersebut.

Menurut Kuasa Hukum warga Evi Shofawi Hayz, dalam amar putusan PN Serang, Terbukti Pemkot Cilegon telah melawan hukum dengan menggusur rumah warga.

“Pemkot Cilegon , dengan tergugat 1 Walikota Cilegon, TB Iman Aryadi, Wakil Walikota Cilegon, Edi Aryadi, Tergugat 3 Asisten Daerah (Asda) 1 Kota Cilegon Taufiqurrohman dan Turut Tergugat PT.KAI, terbukti melakukan tindakan melawan hukum, dengan beberapa pertimbangan yang dibacakan hakim,” katanya, kepada awak media.

Selain terbukti melawan hukum, Lanjut Evi, Pemkot Cilegon selaku tergugat wajib mengganti rugi atas tindakan tersebut.

“Berdasarkan pertimbangan majelis hakim yang semula ganti rugi berdasarkan luas banguna yaitu 600 ribu X luas bangunan X setengah bagi rumah permanen dan 300 ribu X Luas bangunan X Setengah bagi rumah non permanen, atas pertimbangan hakim karna sudah tidak adanya batas bangunan maka dari jumlah penggugat 241 penggugat Pemkot wajib membayar 25 juta pada 229 warga dan 2 warga lainnya mendapatkan ganti rugi sebesar 30 juta lebih,” jelasnya

Evi menegaskan dalam amar putusan tersebut Ganti Rugi tersebut wajib diberikan pada warga, meski Pemkot Cilegon berencana melakukan banding.

“Dalam putusannya majelis hakim, meminta Pemkot Cilegon membayar ganti rugi secepatnya, meski ingkrah dari gugatan belum terjadi.” Tegasnya. (S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close