BERITA TERKINIPERISTIWASERANG

Demo Ratusan Warga dan Mahasiswa Tolak Proyek Panas Bumi di Padarincang

SERANG – Petabanten.com – Meski diguyur hujan gerimis dan yang juga ikut diselimuti awan mendung, tidak menyulutkan semangat ratusan warga serta mahasiswa yang menamakan diri ” Syarekat Perjuangan Rakyat Tolak ” Geothermal Padarincang (SAPAR)

Ratusan massa aksi ini tampak tetap bersemangat melakukan aksi unjuk rasa tepat di Halaman Kantor Kecamatan Padarincang, Rabu, (20/12/2017). Aksi tersebut digelar untuk menolak megaproyek panas bumi (Geothermal) yang berada di Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.

Dalam orasi, Abdurrahman selaku Koordinator aksi  menerangkan, pelaksanaan mega proyek itu dinilai telah merusak lingkungan di sekitar wilayah Padarincang, alasannya bila selama ini Gunung Prakasak yang nantinya akan dijadikan relokasi Proyek Panas Bumi itu sudah menjadi sumber mata air untuk menghidupi keseharian warga sekitar, terangnya.

Masih kata ketua Aksi, dirinya pun sangat meng-khawatirkan adanya proyek tersebut bisa berakibat gangguan kerusakan ekosistem lingkungan disertai hilangnya sumber mata air di daerah Padarincang , ungkap Abdurrahman saat berorasi.

Sedangkan Ketua Mahasiswa Pinggiran (Maping) Banten, Hendra Wibowo menjelaskan, pada amanah di Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 termaktub jelas bahwa bumi, sebaiknya air dan kekayaan alam bisa digunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya itu, pelaksana mega proyek panas bumi tersebut harus bisa melihat aturan yang berlaku pada UU Nomor 12 Tahun 2017 tentang panas bumi, jelasnya saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media disela-sela aksi.

Diterangkan Hendra, keputusan pemerintah itu dinilai sangat keliru dalam melaksanakan mega proyek Geothermal di Kampung Wangun. Menurutnya PT. Sintesa Energy tidak mampu mengedepankan kepentingan lingkungan sekitar dan pemahaman yang utuh.

Dari pantauan tim wartawan petabanten di lokasi tersebut, Ustadz Aun, salah satu tokoh ulama Padarincang yang juga ikut serta dalam aksi unjuk rasa tersebut, dirinya meminta kepada Camat untuk bisa menyatakan sikap mendukung warganya menolak proyek panas bumi tersebut. Jika tidak para ulama kharismatik ini bersama dengan seluruh santrinya akan mendatangi pemerintah Provinsi Banten.

Pak Camat harus  mendukung perjuangan rakyat. Berharap Camat bisa keluar dan menyatakan sikap, tuturnya.(Rdks/Gunawan)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close