BERITA TERKINICILEGONPEMERINTAHAN

Ditanya soal Gereja, Kemenag Cilegon: Boleh, Asal Mengikuti Aturan

CILEGON – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon Mahmudi, akan memberikan izin pendirian tempat ibadah agama lain, selain Masjid, asalkan mengikuti aturan. Hal ini diungkapkannya saat ditanyakan soal boleh atau tidaknya ada Gereja di Kota Cilegon.

 

Pembangunan sarana Ibadah non muslim memang selalu menjadi kontroversi di kalangan masyarakat Kota Cilegon. Meski demikian, Mahmudi menjelaskan kebebasan beragama adalah hak setiap warga negara, bahkan ia menegaskan bahwa fasilitas keagamaan juga seharusnya menjadi tanggungjawab negara.

 

“Justru negara itu harus memfasilitasi umat beragama,” terang Mahmudi, saat ditemui disela acara Hari Amal Bakti di kantornya Rabu (03/01/2017).

 

Mahmudi juga menegaskan dalam pembangunanan sarana ibadah non muslim, harus sesuai aturan agar dalam perjalanannya tidak terjadi penolakan dari masyarakat.

 

“Ya saya menyarankan tempuhlah jalur sesuai aturan, nah nantikan kalau masyarakat konflik, kami kan juga sesuai aturan apa yang diprotes ini kan diprotes karena tidak sesuai aturan,”  tegasnya.

 

Diketahui, belum lama ini santer diberitakan tentang bangunan rumah yang digunakan sebagai tempat peribadatan agama Kristen di Kota Cilegon.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya menilai bangunan yang digunakan untuk kegiatan Ibadah harus mendapatkan izin dari pemerintah.

 

“Karena kesalah pahaman masyarakat, penggunaan bangunan itu seharunya harus ada izin dari Pak Walikota, karena diatur dalam PBM (Peraturan Bersama Menteri) Nomor 8 tahun 2006. Itu (izin bangunan gereja di Cilegon) belum ditempuh oleh pemilik bangunan itu.” Tandasnya. (S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close