BERITA TERKINIINDUSTRIPEMERINTAHANSERANG

Makin Banyak Sungai Tercemar, DPRD Banten Bentuk Perda Pengelolaan Air Limbah

SERANG – Empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang saat ini tengah digodok oleh

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten. Salah satu dari empat Raperda tersebut terkait pengelolaan air limbah.

 

Dibentuknya Raperda tentang pengelolaan air limbah ini, karena saat ini semakin banyak pencemaran air sungai dengan limbah baik dari industri kecil maupun besar. Seperti dikatakan Baperda Abdul Roji.

 

“Berdasarkan indikator yang ada di lapangan, kali-kali (sungai) di Banten hampir semua terkontaminasi limbah-limbah pabrik, sehingga harus ada perdanya untuk mengatasi hal tersebut,” kata Abdul Roji, di gedung DPRD Provinsi Banten, Kamis (11/01/2018).

 

Menurutnya, di lapangan ada perusahaan yang mengelabui pembuangan air limbah dengan cara membuat saluran di dalam sungai.

 

“Sistem pengolahan air limbah menjadi bersih sebelum dibuang oleh pabrik pun belum baik,” katanya.

Pencemaran sungai tersebut pun menimbulkan dampak negatif. Selain mempengaruhi kualitas air sungai juga membuat pertanian di Banten melemah.

“Sekarang sawah kurang produktif dengan air yang sudah tercemar. Akibatnya, petani tidak sejahtera,” katanya.

 

Berdasarkan data yang diketahuinya, 75 persen warga Banten merupakan petani dan nelayan. Oleh karena itu, Raperda ini diperlukan untuk kesejahteraan para petani di Banten.

 

Selain terkait pengolahan air limbah, tiga Raperda lain yang sedang disusun yaitu terkait pertanian, infrastruktur, dan pengolahan air bersih. Keempatnya memiliki keterkaitan satu sama lain. Pembahasan empat Raperda tersebut menurut Abdul Roji kemungkinan dilakukan bulan depan.

“Kalau infrastruktur sesuai dengan visi misi gubernur. Ditarget selesai bulan April dan bisa dimplementasikan,” paparnya. (S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close