BERITA TERKINICILEGON

PERTUNI Desak Pemkot Cilegon Bangun Sekolah Khusus Negeri (SKhN) Bagi Penyandang Disabilitas

CILEGON,PetaBanten- Anak yang dalam proses pertumbuhan, perkembangannya secara signifikan mengalami kelainan penyimpangan secara fisik, mental, intelektual, sosial, emosional, dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Sehingga mereka memerlukan layanan pendidikan yang khusus.

 

Oleh karena itu, Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Cilegon mendesak agar pemerintah Kota Cilegon bisa menyediakan Sekolah Khusus Negeri agar para penyandang disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu.

 

Adik, Selaku ketua PERTUNI Kota Cilegon mengatakan dirinya meminta kepada pemerintah Kota Cilegon agar menyelenggarakan Sekolah Khusus Negeri (SKhN) bagi penyandang cacat/disabilitas di kota Cilegon.

 

“Di kota cilegon kan hanya ada 4 SLB (Sekolah Luar Biasa), itu pun  sekolahan yang di miliki oleh swasta, dan seharusnya sebagai pemerintahan daerah, penyelenggaraan pendidikan Sekolah Khusus Negeri bagi penyandang disabilitas sudah terselenggara. Agar masyarakat yang tidak mampu membayar di sekolah swasta bisa ke sekolah yang dibiayai dari pemerintah,” katanya, kepada awak media.

 

Ia menambahkan kewajiban Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan khusus bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK),yang tercantum pada UUD No. 23 tahun 2014, UUD No. 20 tahun 2003 dan PP No.17 tahun 2010.

 

“Padahal sudah jelas tercantum di Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional serta PP No.17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelengaraan pendidikan yang memberi kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menyelenggarakan dan memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan khusus bagi anak-anak berkebutuhan Khusus,” imbuh (urug)nya.

 

Di tempat berbeda Wahyu, Sekertaris PGRI cabang khusus Kota Serang dan  salah seorang tenaga Pendidik Sekolah Khusus Negeri (SKhN) yang berada di Kota serang, Sangat menyayangkan dikota Cilegon belum ada Sekolah Khusus Negeri bagi penyandang distabilitas.

 

“Saya sangat sayangkan di Kota Cilegon belum ada Sekolah Khusus Negeri bagi penyandang disabilitas, padahal kalau ada Sekolah Khusus Negerinya kan, bisa menjadi Sekolah Negeri Pembina bagi Sekolah Khusus Swasta yang berada di wilayah Kota Cilegon,” ungkapnya.

 

Diketahui Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Depdikbas No.380/C.C6/MN/2003 20 Januari 2003. Perihal Pendidikan Iklusi : Setiap Daerah Kabupaten/Kota Wajib menyelenggarakan dan mengembangkan sekurang-kurangnya 4 (empat) Sekolah yang terdiri dari : SD, SMP, SMA, serta SMK.

Dan UUD 1945 Amandemen pasal 31.

“Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”(ayat 1)

“Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya” (ayat 2). (S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close