BERITA TERKINICILEGONPEMERINTAHANPOLITIK

Reno Yanuar Diusulkan PDIP Duduki Kekosongan Kursi Wakil Wali Kota Cilegon Devinitif

CILEGON, Peta Banten- Kondisi politik di Kota Cilegon pasca penahanan Wali Kota Iman Ariyadi oleh KPK yang akan segera disidangkan di Pengadilan Tipikor. Dan jika dinyatakan bersalah (terpidana), maka partai pengusung yang sama memiliki peluang untuk menduduki jabatan Wakil Walikota Cilegon sebagaimana diatur dalam UU RI No. 10 Tahun 2016 Pasal 176 ayat (1) dan (2).

 

Menyikapi hal tersebut, jajaran pengurus Ranting, PAC dan Fraksi DPC Partai PDI Perjuangan Kota Cilegon mengusulkan Ketua DPC PDI Perjuangan Reno Yanuar untuk menduduki Calon Wakil Wali Kota Cilegon yang saat ini kosong.

 

“Berdasarkan aturan yang berlaku, pada Pasal (1), wakil gubernur, wakil bupati/ walikota yang jberhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan, pengisian wakil gubernur, wakil bupati dan walikota dilakukan mekanisme pemilihan oleh DPRD provinsi atau DPRD Kabupaten/kota berdasakan usulan dari partai politik atau gabungan partai politik pengusung. Pasal dua, Partai Politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan 2 orang calon wakil gubernur, wakil bupati dan wakil walikota kepada DPRD melalui Gubernur, bupati/ walikota untuk dipilih dalam rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Maka berdasarkan hal tersebut, kami menusulkan kader terbaik kami saudara H. Reno Yanuar menjadi Calon Wakil Walikota Cilegon yang diusulkan dari PDIP Kota Cilegon sebagai pengusung utama,” terang Tb. Amri selaku Wakil Ketua Bidang Hukum PDIP Cilegon dalam konfernsi pers di Kantornya, Sabtu (27/1/2018) siang.

 

Lebih lanjut, Tb Amri mengatakan kekosongan kursi wakil walikota haruslahdi isi olehsosok pimpinan baru yang mumpuni dan mampu mengorbankan jiwa raga kepada masyarakat Cilegon, mampu menjalankan sistem pemerintahan secara transparan dan profesional.

 

“Pembangunan haruslah selalu menyentuh kebutuhan masyarakat dan menjadi prioritas dampak menguntungkan kepada masyarakat jangan ada lagi hanya menguntungkan oknum-oknum koruptor dan memperbesar dinasti korup atau membangun dinasti korup di Kota Cilegon. Saya kira masyarakat Cilegon sekarang sudah cerdas dan sudqh banyak belajar dari persoalan politik di Cilegon. Jangan sampai terulang ke tiga kalinya. Cukup dua kali terjerumus dalam persoalan yang sama,” tegasnya.

 

Dalam konfrensi pers tersebut, tampak hadir dua anggota dewan dari PDIP jajaran pengurus dari PDIP yang terdiri 43 Ranting, 8 PAC dan dua sayap partai yakni BMI dan Bamusyi. (S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close