BERITA TERKINILEBAKPERISTIWA

Rumah Suku Baduy Tak Rusak Meski Diguncang Gempa

LEBAK, PetaBanten.com – Gempa yang mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, berkekuatan 6,1 SR dengan beberapa gempa susulan dalam sepakan terakhir, tidak membuat rumah di perkampungan Suku Baduy mengalami kerusakan apapun. Hal ini diyakini karena suku Baduy sedang menjalani Puasa Kawalu selama tiga bulan.

 

Laku atau cara tradisional yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya. Cara itu dianggap cukup ampuh untuk meminimalisir bencana gempa, yakni dengan membangun rumah tahan gempa.

 

Mulyono, salah satu Suku Baduy Luar mengatakan, meski gempa terasa cukup kuat di perkampungan Baduy. Namun tak ada sedikitpun kerusakan.

 

“Rumah kita kan panggung. Jadi kalau ada gempa, ngikutin aja goyang-goyang, tapi enggak kayak tembok, kalau tembok goyang retak, kalau rumah panggung kita, ngikutin goyang-goyang,” katanya.

 

Mul juga bercerita, kendati gempa yang terjadi pada Selasa, 23 Januari 2018 kemarin terasa kuat di perkampungan Baduy. Namun, tak ada korban jiwa ataupun kerusakan apapun.

 

“(Warga) Pada kaget, cuma kan rumah kita anti-gempa. Kerasa (goncangan), tapi enggak ada kerusakan,” terangnya.

 

Jika pun ada kerusakan, skalanya sangat kecil. Seperti yang terjadi di Terminal Ciboleger, tempat terakhir wisatawan memarkir kendaraannya. Patung selamat datang Suku Baduy, hanya runtuh sedikit.

 

“Kalau Ciboleger banyak kerusakan-kerusakan kecil. Kalau (di dalam perkampungan) Baduy enggak ada (kerusakan),” jelasnya. (S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close