BERITA TERKINICILEGON

PMII: Dalam Ungkap Kasus Korupsi, Jangan Biarkan Ada Suap di Pengadilan

CILEGON, Petabanten.com – Tb Iman Ariyadi, Walikota Cilegon non aktif  yang tersangkut kasus suap perizinan mall trasmart pada 2017 lalu sejumlah 1,5 miliar rupiah telah dibacakan dakwaannya di Pengadilan Negri (PN) serang. Kamis (8/2/2018) siang.

 

Dalam dakwaan yang dibacakan Walikota non aktif ini disebutkan telah menerima suap secara bertahap dari Manajer Legal PT. Krakatau Indusri Estate Cilegon (KIEC), Eka Wardono Dahlan; Direktur Utama PT. KIEC, Tb Dony Sugihmukti; serta Project Manager PT. KIEC, Bayu Dwinanto Utomo.

 

Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Cilegon, Andra Imam Putra, turut serta menyikapi persidangan perdana Walikota non aktif ini agar dapat berjalan dengan aman serta dapat mengungkap kebenaran kasus tersebut.

 

“semoga dengan ini (Kasus korupsi-red) bisa terungkap benar atau tidaknya pak wali (Tb Iman) telah melakukan korupsi dan masyarakat  bisa meniali sendiri secara langsung kebenarannya, kami harap dalam pengadilan pun tidak ada suap menyuap sehingga mencederai hukum yang berlaku,” katanya kepada wartawan.

 

Selain menyikapi pengadilan pembacaan dakwaan terhadap Walikota Cilegon non aktif yang digelar perdana ini, Andra juga sangat mengapresiasi kinarja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Ia juga berharap agar KPK bisa memberantas korupsi khususnya di Kota Cilegon samapi ke akar-akarnya, karena menurutnya Korupsi salah satu penyebab kurang maksimalnya pembangunan di Cilegon.

 

“PMII Cilegon mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi di Kota Cilegon sesuai amanat undang-undang dasar. Cilegon yang notabene kota yg hampir 18 tahun pembangunannya kurang maksimal dari mulai pembangunan SDM, Pembangunan Infrastruktur, pembangunan ekonomi. Padahal potensi cilegon sangat besar,” pungkasnya (*S.I)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close