BERITA TERKININASIONALORGANISASIPENDIDIKAN

HMI PENGKADER BERBAGAI MUSLIM

Oleh: Octy Avriani Negara

PetaBanten.com – Di facebook maupun media sosial, teman-teman baik saya para pengkritik keras HMI sebenarnya adalah para kader HMI juga, minimal mereka ikut Basic Training/Latihan Kader 1 (LK1) malah tidak sedikit yang sudah ikut LK2. Para pengkritik Kohati (Korps HMI-wati) juga, bahkan yang pernah ikut LKK (Latihan Khusus Kohati). Para pengkritik keras (mungkin para pengkritik yang terbaik) adalah yang berasal dari dalam HMI sendiri.
Umur HMI hanya lebih muda dua tahun dariipada usia NKRI, dan hanya NKRI satu-satunya negara Muslim mayoritas yang mempunyai organisasi kepemudaan-kemahasiswaan Islam semacam HMI atau paling tidak negara Muslim mayoritas pertama yang mempunyai organisasi seperti HMI (bahkan juga Muhammadiyah dan NU).
Kader-kader HMI itu walaupun semuanya Muslim sangatlah beragam. Sunni, Syiah, Wahabi, Sufi, Ahmadiyah, JIL, Salafy, Islam Nusantara, Islam Berkemajuan, Parade Tauhid, kaum hedonis, semuanya ada di HMI. Dari mulai yang sangat liberal yang tiap hari mencela agama dan yang sangat Islamis mendukung syariat Islam. Dari yang Syiah sampai yang anti-Syiah, dari yang sangat toleran pluralis sampai yang sangat takfiri. Dari pendukung berat Jokowi sampai pendukung berat Prabowo, dari yang fanskomunisme sampai antikomunisme. Dari yang politis atau ada di segala parpol sampai yang golput dan atau apatis pada politik. Dari feminis radikal sampai yang anti-feminisme. Dari yang ibu rumah tangga sampai (mantan) menteri perempuan dan kandidat capres. Dari yang pengangguran sampai wakil presiden. Dari yang berhijab gaul sampai yang tidak pakai hijab, dari yang pakai cadar/niqab sampai yang pakai rok mini. Dari yang pengusaha sampai yang buruh kecil melarat. Dari yang anti isu LGBTIQ sampai yang pro isu LGBTIQ. Dari yang pro-FPI sampai yang anti-FPI. Dari yang hedonis mengejar kemewahan dunia maupun jabatan-jabatan sampai yang mengabdi di pedalaman dan kaum menderita tanpa tanda jasa maupun uang. Dari yang koruptor dan munafik teriak soal moral sampai yang hidup lurus saleh namun dibuli karena dicap sesat nan kafir.
Makanya, jangan kaget kalau ada kader HMI yang sejuk mendamaikan serta ada juga kader HMI yang suka berkelahi dan merusak. Seperti yang diberitakan di media-media massa. Saya tidak kaget kalau ada berita kongres HMI seperti kemarin itu.
Dan, kebetulan, kebetulan sekali saya pernah kenal dengan semua kader HMI alias HMI-wan dan HMI-wati yang seperti saya sebutkan itu. Malah yang saya kenal justru kader-kader HMI yang tidak lupa mengamalkan intisari “NDP” sebagai tanda mereka sesungguhnya adalah kader HMI, walaupun mereka mengkritik keras HMI, berbaju rok mini, menjadi liberal atau dicap kafir karena sering mengkritik Islam dan Muslim sangat keras. Dan, bukan berarti pula yang berhijab, menolak JIL atau menolak Syiah dan Ahmadiyah itu tidak mengamalkan keInsan-Citaan mereka. Hanya para perusak seperti para koruptor, pembunuh, teroris, pemerkosa, pelaku KDRT dan kekerasan seksual, dan sebagainya itu memang yang telah melupakan intisari NDP, walaupun mereka berkoar-koar tentang keindahan HMI, tentang Islam, dan disanjung-sanjung di KAHMI.
Ya, kader HMI memang beragam sekali!
Apa artinya? HMI adalah pengkader berbagai Muslim, wajah Muslim Indonesia yang sesungguhnya. MUSLIM yang BHINNEKA. Menurut saya, HMI telah memberikan contoh bahwa suka atau tak suka Islam itu memang akan selalu melahirkan berbagai sekte dan Muslim yang berbeda-beda. Suatu keniscayaan. (Yakusa- Red.)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close