BERITA TERKININASIONALORGANISASI

Save Our Earth

Oleh: Octy Avriani Negara

Wasekum PSDO KOHATI PB HMI

PetaBanten.com – Hari Bumi diperingati secara internasional setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Peringatan hari bumi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu bumi. Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Dia adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup.

Di Indonesia sendiri, peringatan hari bumi biasanya dilakukan oleh aktifis peduli lingkungan dengan mengajak seluluh masyarakat agar ikut serta dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang biasanya diisi dengan pemberian informasi tentang kondisi bumi saat ini, kemudian dilanjutkan dengan aksi nyata yaitu turun ke jalanan, menanam pohon atau memungut sampah.

Hari bumi merupakan ajang untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup. Berbagai kerusakan yang terjadi di bumi menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana, seperti banjir, longsor, kekeringan atau kirisis air bersih, kebakaran hutan, perubahan iklim, cuaca yang tidak menentu, peralihan musim yang sudah tidak dapat diprediksi lagi. Keadaan ini memaksa manusia untuk dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Tentunya kerusakan alam tersebut merupakan hasil dari tindakan manusia yang tidak peduli terhadap lingkungan, hasil dari keserakahan manusia dalam memanfaatkan bumi. Kesadaran masyarakat yang cenderung menurun akan kepedulian untuk menjaga, melestarikan, merawat bumi ini tentunya memberikan dampak buruk terhadap kita semua sebagi penghuni bumi.

Banyak orang menyuarakan save our earth, mari jaga bumi kita, aksi kecil untuk bumiku. Namun tidak ada implementasi pada sebuah tindakan nyata, untuk sekedar membuang barang bekas pakainya saja masih dibuang sembarangan atau yang lebih parah dibuang ke sungai. Suara-suara save our earth hanya menjadi trend dikalangan anak muda yang ikut-ikutan dengan hanya menggunakan tagar saja agar terlihat sebagai orang yang tetap peduli pada lingkungan. Tidak ada yang salah dalam menyuarakan sesuatu, bukankah itu salah satu bentuk kepedulian kita untuk menyadarkan orang lain agar ikut menggunakan tagar serupa. Eh. Aksi turun ke jalanan yang dilakukan oleh para kaum muda yang saya lihat dan terlibat di dalamnya, nyatanya hanya beberapa orang saja yang benar-benar melakukan aksi pungut sampah. Sisanya kembali lagi hanya ikut-ikutan saja agar terlihat keren! Haha. Ternyata untuk peduli terhadap lingkungan memang harus berawal dari diri masing-masing. Ya.

Upaya menjaga serta melestarikan lingkungan ini merupakan sebuah tugas besar untuk seluruh elemen masyarakat, bukan tanggung jawab perseorangan dan  tentunya bukan hanya menjadi tugas masyarakat Indonesia saja tapi seluruh pihak yang menggantungkan hidupnya di bumi. Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak dini, harus berkesinambungan serta berkelanjutan.Euforia hari bumi ini jangan hanya bersemangat merayakannya pada satu hari dalam setahun saja, namun tidak ada tindak lanjut dari itu semua. Hal ini tentunya tidak lepas dari kesadaran sosial kita untuk melakukan hal-hal kecil, misalnya membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan berlebihan terhadap tissue serta kantung plastik. Hal kecil ini merupakan sebuah tindakan bijak dari kita sebagai penghuni bumi yang tentunya tidak usah membayar sewa untuk dapat berpijak atau membayar atas udara yang setiap detiknya kita nikmati dengan gratis. Mari mengubah perilaku yang merusak alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Mari berdamai dengan bumi yang masih terus -akan terus- memberi kita sumber kehidupan.

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close