BERITA TERKININASIONALORGANISASIPENDIDIKAN

Do’a Untuk Indonesiaku, dan Semangat Kebangsaan yang Mengakar

Oleh: Ike Wisnu Wijayanti, KOHATI PB HMI

PetaBanten.com – Belum berakhir duka kita sejak peristiwa kerusuhan di Mako Brimob terjadi, dengan menimbulkan korban jiwa dan banyak yang terluka, tidak hanya menimbulkan luka secara fisik, namun juga luka secara psikis bagi orang-orang yang ditinggalkan oleh para kesatria yang gugur. Kini insiden terorisme pun terjadi kembali, yang mana tujuannya adalah menimbulkan kerusuhan dengan mengangkat isu agama. Kita sebagai masyarakat bersama-sama bersepakat untuk menentang apapun alasan terjadinya terorisme dan tidak ada agama manapun yang mengajarkan kekerasan, kita sama-sama bersepakat menjaga kesatuan NKRI serta mencegah dan memerangi aksi terorisme.
Terorisme memunculkan rasa terancam kepada masyarakat luas, menimbulkan korban jiwa yang bersifat massal serta menghancurkan fasilitas publik. Kelompok radikal terror melakukan rekruitmen melalui brainwash interpretasi ajaran agama yang disesatkan serta dengan iming-iming adanya stimulus semu yang dibelokkan untuk meyakinkan pemahaman mereka. Tidak hanya itu, banyaknya disebar modus-modus propaganda melalui dunia maya. Propaganda-propaganda radikal terorisme berisikan ujaran kebencian, serta pemanfaatan pembaca media sosial yang labil dan mudahnya penyebaran-penyebaran video dan tulisan tanpa lebih dalam mempertimbangkan efek dan isu-isu yang dapat dimunculkan.
Lemahnya semangat kebangsaan dan implementasi pendidikan kewarganegaraan serta tergerusnya nilai kearifan lokal oleh arus modernitas negative semakin membuat ideologi radikal terorisme menjadi pelan-pelan menyusup dalam aktivitas kemasyarakatan. Ini merupakan sebuah ancaman serius bagi keberlangsungan masa depan bangsa. Empat (4) Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan tonggak dasar bagi bangsa Indonesia untuk menjadikan negara kita maju dan tetap teguh bersatu. Pengimplementasian nilai-nilai Empat pilar kebangsaan dapat mendorong kita untuk menjadi warga negara yang menjunjung nilai agama yang toleran, berbudaya, berkeadilan, serta kebersamaan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, menyatukan banyak perbedaan untuk menjadi bangsa yang besar, serta adanya semangat menjaga keutuhan NKRI oleh seluruh rakyat Indonesia.
Maka dari itu, pendidikan kewarganegaraan bagi seluruh masyarakat dapat menjadi perisai untuk mempersempit lingkup penyebaran ideologi radikal terorisme di tengah masyarakat. Implementasi pendidikan kewarganegaraan dapat memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara secara menyeluruh dapat mencegah terjadinya perkembangan aksi radikal terorisme yang berkembang di tengah masyarakat. Terorisme bukanlah suatu pemahaman terhadap ajaran agama manapun, bahkan merupakan hal yang sangat menyimpang dan bertentangan. Mari bersama kita cegah terorisme, bersama-sama mengantisipasi penyebaran ideologi dan kegiatan yang bersifat radikal. Dan hal sederhana yang bisa kita lakukan saat ini, dimulai dari mengirimkan doa untuk seluruh korban yang tewas karena aksi terorisme dan untuk kedamaian serta keamanan negara Indonesia yang kita cintai.

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close