BERITA TERKININASIONALOPINIORGANISASI

Semoga Ini Bukan Atraksi Perayaan 20 Tahun Reformasi

Oleh : Siti F.Siagian
Ketua umum KOHATI PB HMI

PetaBanten.com- Reformasi merupakan gerakan yang bertujuan untuk memperbaiki tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, serta menghapuskan kesulitan – kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan – kebutuhan pokoknya. Selain itu gerakan reformasi juga membawa masyarakat pada kehidupan yang berkeadilan baik dalam bidang politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya serta demokratis berdasarkan prinsip kemerdekaan. Tepat di bulan dua puluh tahun reformasi ini, terjadi aksi teror / ledakan BOM di tiga Gereja yang terletak didaerah Surabaya yakni Gereja Santa Maria, GKI dan Gereja yang terdapat di jalan Arjono wilayah Surabaya, Jawa Timur

Mengingat masalah Terorisme yang selalu terjadi ini merupakan Isu yang membuat Masyarakat Resah. Walaupun aksi teror ini selalu dikatakan rekayasa atau settingan, tapi intinya aksi ini selalu mengorbankan orang – orang atau masyarakat awam yang sama sekali tidak kita ketahui entah apa salahnya sehingga merekapun ikut dijadikan korban.
Selain membuat Masyarakat resah masalah terorisme ini juga selalu membuat perpecahan antar umat beragama, karena biasanya Aktor dari Terorisme ini selalu dituduhkan kepada orang yang beragama Islam. Padahal sesugguhnya Islam adalah agama yang cinta damai. Islam dan teroris sangatlah jauh berbeda.
Sepertinya Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi Terorisme yang besar, oleh sebab itu Pemerintah seharusnya mempunyai langkah yang cerdas utuk mengantisipasi permasalahan aksi terorisme ini. Terkhusus aksi teror Bom Bunuh diri, aksi bom bunuh diri ini biasanya terjadi ketika ada momentum – momentum yang telah ditentukan, di hari-hari perayaan agama, misalnya natal dansebagainya. Hal ini bisa disimpulkan bahwa aksi teror ini dilakukan secara terencana dan terstruktur.
Dengan demikian terbesit dipikiran kita Apa yang menyebabkan Terorisme ini terjadi, mungkinkah aksi terorisme ini dilakukan oleh orang yang terlalu kecewa dengan kebijakan pemerintah? atau terorisme ini sebenarnya memanglah sebuah settingan? karena tidak jarang terdengar wacana tentang aksi Bom bunuh diri ini adalah pengalihan isu – isu yang mengganggu kenyamanan para elit negara dan ada juga yang menyatakan bahwa Bom bunuh diri ini dilakukan oleh orang yang terlibat didalam sebuah organisasi dengan dogma dan ideologi tertentu.
Kita berharap dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dikucurkan setiap tahunnya, seharusnya para Aparat bisa meningkatkan kierja dan kualitas kerjanya untuk tetap bisa menjaga dan melindungi masyarakat Indonesia. Apapun alasan yang melatar belakangi terjadinya aksi teror seharusnya para aparat sudah bisa mengatasi dan mengantisipasinya.
Semoga kejadian Bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya pada tanggal 13 mai 2018 ini bukanlah sebuah Atraksi dari perayaan dua puluh tahun reformasi.

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close