BERITA TERKININASIONALORGANISASIPENDIDIKANRELIGI

KEMENANGAN RAMADHAN

Rasanya baru kemarin kita semua bersuka cita menyambut datangnya bulan penuh keberkahan.

Bulan yang begitu istimewa, dimana bumi, langit, dan seisinya terasa tentram dibuatnya.
Bulan yang begitu dinanti seluruh umat muslim dipenjuru dunia.
Dimana setiap dari kita berupaya untuk jadi hambaNya yang semakin bertaqwa.
Semua insan berlomba-lomba, melakukan amalan ibadah terbaiknya kala dia tiba.
Ya, Ramadhan akan terasa begitu istimewa bagi hamba-hambaNya yang bertaqwa

“Hai orang orang yang beriman! Telah diwajibkan kepadamu berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagaimana yang telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”
(Q.S Al-Baqarah : 183)

Seruan itu bukanlah seruan biasa
Bukan seruan yang diberikan kepada sembarang manusia.
Seruan itu akan terasa begitu istimewa, bagi mereka – manusia- yang beriman dan bertaqwa.
Seruan yang bagi mereka, akan terasa seperti panggilan langsung dari Tuhannya.
Dimana seruan ini akan begitu diresapi dengan hati, bukan hanya kata tanpa makna.
Seruan yang akan dibuktikan dengan aksi, bukan sekadar kata yang lantang terucap.
Seruan yang mengajak kita pada kemenangan yang sesungguhnya.

Mari bersama bertanya pada hati
Apakah kita benar merindukan Ramadhan dari hati atau sebatas euforia semata?
Apakah kita benar-benar menjalani ibadah karenaNya atau sebatas pengkondisian dari lingkungan kita?

Dan kini, saat Ramadhan telah pergi
Adakah hati kita merasa sedih jua berat hati?
Adakah ibadah kita semakin meningkat hari kian hari?
Adakah makna kemenangan yang seringkali kita tuturkan itu memang benar kita rasakan adanya?

Kemenangan Ramadhan, sejatinya bukan hanya dinilai dari sejauhmana peningkatan ibadah yang kita lakukan saat Ramadhan itu kita rasakan.
Kemenangan Ramadhan, adalah kemenangan dimana kita bisa terus menjaga kedekatan kita dengan Allah.
Menjaga kualitas ibadah kita, amalan harian kita, tilawah kita, tahajud dan dhuha kita.
Saat kita hadirkan hati kita dalam ibadah dan senantiasa bersungguh-sungguh menjalaninya,
Saat bulan Ramadhan telah berlalu,
Saat lingkungan mungkin tak lagi terkondisikan.

Maka, mari kembali berkaca pada diri.
Apakah semua ibadah terbaik kita itu akan tetap terjaga walau Ramadhan telah pergi meninggalkan kita?
Akankah malam-malam kita nantinya terus dihabiskan untuk senantiasa bermunajat kepadaNya kala kita menjalani Ramadhan?

Semoga, semoga Allah benar benar menjadikan kita semua hamba-hambaNya yang beriman
Sebagaimana seruan itu diperuntukkan hanya bagi orang-orang beriman.
Dimana kita, setelah Ramadhan ini meninggalkan kita,
Kita benar-benar menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa, yang merasakan hakikat kemenangan Ramadhan yang sesungguhnya.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”(Q.S Al-Fath : 01)

“Dialah (Allah) yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada….” (Q.S Al-Fath : 04)

Semoga keistiqamahaan dalam beribadah itu senantiasa Allah limpahkan pada diri kita, ketenangan pada hati-hati kita, dan ketaqwaan yang berbuah pada setiap perilaku kita.
Semoga kemenangan Ramadhan itu kita dapatkan sampai kelak Allah izinkan,
Agar kita bersua lagi dengan Ramadhan.
Aamiin..

Selamat hari raya idul fitri 1 Syawal 1439 H. Semoga momentum hari raya ini dapat menjadikan kita pribadi-pribadi yang benar-benar kembali ke “fitrah manusia” yang sesungguhnya.

Dengan segala kerendahan hati, saya haturkan;

Minal aidzin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin 🤝🏻

Octy Avriani Negara
KOHATI PB HMI

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close