BERITA TERKININASIONALOPINIORGANISASI

Pemuda Harapan Masa Depan Bangsa

PetaBanten.com – MEMAKAI jas biru menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian kaum muda, khususnya anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Jas biru identik dengan “naik kelas” dari ruang belajar di organisasi kepemudaan, masuk ruang laboratorium politik kepemudaan. Sudahkah jas biru mampu menunjukkan jati diri sosok pemuda yang dekat dengan akar rumput? Dan, sudahkah KNPI menjadi bagian dari rakyat di negeri ini? Organisasi yang berdiri dengan maksud menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan kesadaran sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

KNPI yang menjadi muara organisasi-organisasi kepemudaan, di usia yang terbilang tidak lagi muda yaitu 38 tahun sejak didirikan pada 23 Juli 1973, Tetap di jalurnya menjadikan integritas berbangsa harga mati.

Kami Mengajak Pemuda Marga Punduh – Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung , Untuk giat membangun generasi yang memeliki integritas, karena dalam dinamika kehidupan, pemuda adalah identitas yang sangat unik. Meski demikain, fitrah mereka ‘dipaksa’ oleh realitas sosial untuk menjadi lokomotif perubahan. Sejarah telah berbicara, pemuda telah eksis dalam mengawal segala bentuk perubahan, dari masalah politik, ekonomi, hingga budaya.

Dalam lembaran sejarah pemuda Indonesia, pemuda bisa dibilang dominan menentukan arah bangsa. Tan Malaka, Sjahrir, Sutomo hingga Kartini dan puluhan tokoh pemuda masa itu menjadi promotor demokrasi. Sekaligus sukses mengangkat derajat dan martabat rakyat Indonesia.

Bagaimana pemuda saat ini ? Ya ! Pemuda saat ini membutuhkan wadah tempat berkumpulnya pemuda” yang memiliki cita” membangun bangsa kearah lebih memiliki integritas.

Pemuda hari ini harus mengambil peran penting dalam setiap kemajuan suatu daerah tidak lagi tinggal diam dan hanya bisa melihat tak mampu berbuat (apatis), negeri ini butuh pemuda yang mampu memberikan kontribusi gagasan dan aktualisasi di setiap sendi-sendi kehidupan sosial maupun untuk kemajuan suatu daerah.

Gagasan dan aktualisasi harus diimplikasikan atau diejawantahkan oleh tindakan kongkrit. Pemuda seharusnya mengambil peran itu tidak lagi ada pada posisi yang sebahagian besar hanya jadi penonton.

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close