BERITA TERKINICILEGONPERISTIWA

Pentingnya Masyarakat Duduk Bersama dengan Pemerintah dan Pelaku Industri Terkait Lingkungan

CILEGON– Untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Cilegon seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Elemen masyarakat di Cilegon mengajak semua pihak, khususnya Pemkot Cilegon untuk sedari dini melakukan langkah antisipasi banjir.

Seperti yang dikatakan oleh Direktur Eksekutif LSM Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) Cilegon, Muhamad Ibrohim Aswadi, SH, ia mengungkapkan fenomena banjir di Kota Cilegon yang semakin meluas dan parah pada tahun lalu. Untuk itu pihaknya mengkhawatirkan hal serupa bisa terjadi menjelang musim penghujan kali ini.

“Kita lihat tahun lalu banjir Cilegon terjadi di mana-mana, hampir semua kecamatan terkena banjir. Maka kami selaku elemen masyarakat, menjelang musim penghujan ini, mengajak dan sudah semestinya Pemkot Cilegon dan masyarakat bisa duduk bersama untuk bersama sama mencegah secara dini hal tersebut terulang kembali,” ungkap Muhamad Ibrohim Aswadi, kepada Petabanten.com Rabu (19/9/2018) malam.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang MIA ini juga menjelaskan, langkah-langkah yang mesti dilakukan oleh Pemkot Cilegon serta kesadaran dari masyarakat untuk bersama-sama berupaya menanggulangi banjir.

“Ini hanya mengingatkan dan mengajak semua pihak. Sebab kalau mau nagih mana hasil tindakan dari keputusan Hearing di DPRD (13/2/2018) lalu?. Saya kira sebelum hujan datang, saat ini juga Pemkot harus membangun komunikasi, duduk bersama untuk melakukan normalisasi Kali-kali, di Merak, di Pusat Kota, Ciwandan, dan wilayah hulu kali di Selatan yang rusak parah akibat tambang pasir,” dll tegasnya.

Selain itu, Kang MIA juga mengajak semua lapisan masyarakat Cilegon untuk memiliki kesadaran bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan agar tidak memperparah banjir.

“Saya harap Pemkot Cilegon bisa segera mungkin mengambil langkah-langkah pencegahan banjir. Dan kepada masyarakat ayo kita jaga lingkungan khususnya aliran air dari sampah. Minimal kita memiliki kesadaran untuk tidak mengotori atau membuang sampah ke Kali,” tandasnya. (*Red)

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close